Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan

REZIM TELOLET



Om telolet om..Om Telolet om.. sekelompok anak kecil yang berjajar dipinggir jalan meneriaki bus yang lewat dengan kalimat tersebut berharap sang sopir memencet klakson nya. Tak ayal ketika sopir memencet klakson sontak mereka berteriak kegirangan. Tanpa sengaja aktivitas anak-anak ini menjadi viral di medsos karena ada yang mengupload videonya. Tak berselang lama, tidak hanya anak kecil yang ber TELOLET OM, beberapa kelompok remaja bahkan sampai polisi juga tak mau ketinggalan andil. Saking viralnya dengan hastag bertebaran di dunia maya orang luar negri pun mulai pada ikut-ikutan. Sebagian kita pun bangga.

TELOLET menjadi sarana yang cukup ampuh untuk keluar sejenak dari hiruk pikuk perdebatan tanpa arah dan tanpa ujung antar kubu yang saling berseteru. Akun pro rezim dan kontra rezim kecuali akun abal2 tentunya saling memasang DP “OM TELOLET OM”. Meski di akhir-akhir ini banyak muncul meme menjadi  “OM TELAT OM” dan beberapa meme lainnya. TELOLET juga menjadi semacam sebuah oase di padang pasir nan gersang. Meski oase itu bisa jadi adalah sebuah fatamorgana.

Buya Syafi'i Riwayatmu Kini


Kasus penistaan agama yang dilakukan AHOK telah memancing pro kontra di kalangan ulama. Selama ini AHOK dikenal dengan pemimpin yang tegas dan keras, sikap yang anti mainstream bagi seorang kepala pemerintahan seperti ini menimbulkan fanatisme sebagian warga Jakarta dan Penduduk negri ini. Bagi para pembelanya, AHOK hadir ibarat pahlawan yang siap menumpas siapa saja yang melawan aturan. Bahkan dengan bahasa yang sangat vulgar AHOK berani menyemprot siapa saja. Dalam satu kesempatan ia bahkan berujar akan melawan siapa saja termasuk seluruh penduduk negri ini.

Eforia Politik Kaum Santri dan Tragedi Cinta Roro Jonggrang




“Alkisah seorang pemuda sakti bernama Joko Bandung (Bandung Bondowoso) berhasrat mempersunting seorang perempuan cantik bernama Roro Jonggrang. Nampaknya cinta Joko Bandung bertepuk sebelah tangan. Namun tidak serta merta Roro Jonggrang berani menolak cinta tersebut mengingat Joko Bandung adalah anak Prabu Damar Moyo, raja kerajaan Pengging. Jatuhlah taktik Roro Jonggrang untuk menggagalkan niatan Joko Bandung untuk memperistrinya dengan memberi syarat agar Joko Bandung membangunkan untuk dirinya seribu candi dalam waktu semalam dan harus selesai sebelum ayam jantan berkokok di pagi hari. Upaya Joko Bandung dalam membangun seribu candi dalam semalam pun akan berhasil, namun lagi-lagi Roro Jonggrang bukanlah wanita lugu, ia mempunyai segala macam cara hingga akibat kelicikannya gagallah upaya Joko Bandung. Akhirnya, dikutuklah Roro Jonggrang hingga menjadi patung/batu.”

Izinkan Dirimu Untuk Mengalami Kegagalan

  Kita sekarang berada dalam satu situasi yang tidak menentu. Tahun 2025, bangsa Indonesia harus menghadapi tantangan yang komplek untuk men...